RMI NU Kabupaten Tebo Resmi Bubarkan Panitia MQK 2026, Ketua Apresiasi Semangat Pengabdian

RMI-NU Tebo – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Tebo secara resmi membubarkan kepanitiaan Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK) 2026 dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Hayam Wuruk (14), Desa Tegal Arum (Unit 5), Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh segenap panitia MQK 2026. Pembubaran kepanitiaan ini menjadi penutup rangkaian tugas panitia setelah menyelenggarakan kegiatan MQK 2026 dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Acara berlangsung dengan susunan pembukaan, sambutan Ketua Panitia, sambutan Ketua RMI NU Kabupaten Tebo sekaligus pembubaran kepanitiaan, dan penutup.

Ketua Panitia MQK 2026, Kyai Muhammad Amin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini, baik pengasuh pondok pesantren, para masyayikh, dewan juri, peserta, tamu undangan, maupun seluruh panitia dan pihak lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” ujar Muhammad Amin dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan MQK 2026 masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan, penyambutan, penyediaan fasilitas, maupun aspek lainnya.

Menurut dia, evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan menjadi hal penting agar penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang dapat berjalan lebih baik.

“Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini tentu masih terdapat kekurangan dan hal-hal yang belum sesuai dengan harapan. Sebagaimana pepatah mengatakan, tak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan, penyambutan, penyediaan fasilitas, maupun hal-hal lain yang kurang berkenan,” katanya.

Muhammad Amin berharap MQK 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga membawa keberkahan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kitab kuning dan tradisi keilmuan pesantren.

Ketua RMI NU Tebo Apresiasi Dedikasi Panitia

Ketua RMI NU Kabupaten Tebo, Kyai M. Ali Manshur, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran demi terselenggaranya MQK 2026.

Ia menilai penyelenggaraan kegiatan membutuhkan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, serta kerja sama seluruh pihak, mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan.

“Atas nama RMI NU Kabupaten Tebo, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin mengorbankan kepentingan pribadi demi terselenggaranya kegiatan MQK dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2026,” tutur Ali Manshur.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan merupakan hasil dari kebersamaan, kerja sama, dan semangat pengabdian seluruh panitia.

Menurutnya, pengalaman dalam menyelenggarakan MQK 2026 diharapkan menjadi modal bagi RMI NU Kabupaten Tebo untuk terus mengembangkan program-program yang mendukung kemajuan pesantren dan penguatan tradisi keilmuan Islam.

RMI NU Tebo Dinilai Berpotensi Menjadi Inspirasi Daerah Lain

Dalam sambutannya, Kyai M. Ali Manshur juga mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh informasi mengenai keinginan RMI dari daerah lain, yakni Riau, untuk belajar dari pengalaman RMI NU Kabupaten Tebo, khususnya dalam mengawali dan mengembangkan berbagai kegiatan organisasi.

Ia memandang hal tersebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi RMI NU Kabupaten Tebo untuk terus meningkatkan kualitas program dan pengabdiannya.

“Saya mendapat cerita bahwa RMI dari daerah lain, dalam hal ini Riau, memiliki keinginan untuk belajar dari RMI NU Kabupaten Tebo, khususnya dalam mengawali dan mengembangkan berbagai kegiatan RMI NU di daerahnya,” ungkapnya.

Beliau menegaskan, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat organisasi merasa paling unggul. Sebaliknya, hal itu perlu menjadi motivasi untuk terus berbenah, menjaga semangat belajar, serta memperkuat hubungan antardaerah.

“Kita tidak perlu merasa paling hebat, tetapi kita patut bersyukur apabila ikhtiar dan langkah-langkah kecil yang kita lakukan di Kabupaten Tebo dapat menjadi inspirasi bagi saudara-saudara kita di daerah lain,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap pengalaman dan praktik baik dari daerah lain. Menurutnya, organisasi yang berkembang adalah organisasi yang mampu belajar, saling menguatkan, dan tumbuh bersama.

“Sebab, organisasi yang baik bukanlah organisasi yang merasa paling maju, melainkan organisasi yang terus belajar, saling menguatkan, dan tumbuh bersama,” kata Ali Manshur.

Apresiasi kepada Pondok Pesantren Darussalam

Pada akhir sambutannya, Kyai M. Ali Manshur menyampaikan terima kasih kepada Pondok Pesantren Darussalam yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan dan pertemuan tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia, peserta, pengasuh pesantren, serta pihak-pihak lain yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan MQK 2026.

Pembubaran kepanitiaan ini menandai berakhirnya tugas panitia MQK 2026 RMI NU Kabupaten Tebo. Meski demikian, pengalaman dan kerja sama yang telah terbangun selama pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal untuk menyelenggarakan program-program berikutnya.

Melalui kegiatan MQK 2026, RMI NU Kabupaten Tebo juga diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat tradisi keilmuan pesantren, menumbuhkan kecintaan terhadap kitab kuning, serta mempererat ukhuwah di kalangan pesantren dalam momentum Hari Santri Nasional 2026.

Oleh : Tim Media RMI-NU Tebo

Dokumentasi :




 

Posting Komentar untuk "RMI NU Kabupaten Tebo Resmi Bubarkan Panitia MQK 2026, Ketua Apresiasi Semangat Pengabdian"